The Henry J. Kaiser Family Foundation
Site of the Week
November 2003

The Health Leader Award 2006
The Health Leader Award 2006


Med411.com

HealthAtoz.com

BuscaSalud.com

IBS Tales Hope Award

HealingWell.com

Listed in Listed in Treasures of the Internet
Revised October 1, 2009

Fact Sheet 413

ddI (DIDANOSINE)


Apa ddI Itu?

ddI (Videx) adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini asli dibuat oleh Bristol-Myers Squibb (BMS), tetapi sekarang tersedia dari beberapa produsen, terutama di India. ddI dikenal sebagai didanosine atau dideoxyinosine.
ddI termasuk golongan analog nukleosida atau nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI). Obat golongan ini menghambat enzim reverse transcriptase. Enzim ini mengu-bah bahan genetik (RNA) HIV menjadikannya bentuk DNA. Ini harus terjadi sebelum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke kode genetik sel yang terinfeksi HIV.

Siapa Sebaiknya Memakai ddI?

ddI disetujui pada 1991 sebagai obat anti-retroviral (ARV) untuk orang dengan infeksi HIV, untuk orang dewasa dan anak di atas usia dua minggu. Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ARV. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan obat HIV. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ARV.

Jika kita memakai ddI dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, beberapa virus baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutasi. Sebagian besar mutasi langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ARV – mutasi tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, dan tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana ddI Dipakai?

ddI tersedia berbentuk tablet yang dapat dikunyah, dan sebagai bubuk untuk dilarutkan dalam air. Tablet itu juga dapat dilarutkan dalam air. Takaran ddI yang dianjurkan untuk dewasa berdasarkan berat badan. Untuk orang dengan berat badan di atas 60kg, dosis adalah 200mg dengan bentuk tablet, atau 250mg bubuk, dua kali sehari. Untuk orang dengan berat badan di bawah 60kg, dosis adalah

125mg dengan bentuk tablet, atau 167mg bubuk, dua kali sehari.

Sebuah bentuk ddI baru yang dapat dipakai hanya sekali sehari. Dosis adalah dua tablet 200mg, dipakai bersama. Tablet baru ini tidak dapat dipakai untuk dosis dua kali sehari. Namun, FDA (BPOM) di AS menyatakan bahwa dosis dua kali sehari lebih baik. Dosis sekali sehari sebaiknya hanya dipakai oleh orang dewasa dengan kebutuhan khusus untuk memakai obatnya hanya sekali sehari. Jika ingin mengubah jadwal pemakaian ddI, bicara dengan dokter dahulu.

Jika kita pernah mempunyai masalah hati atau ginjal, takaran ddI mungkin harus dikurangi. Takaran juga harus dikurangi bila dipakai bersamaan dengan tenofovir (LI 419). ddI tidak dapat diserap dalam suasana asam. ddI mengandung zat yang disebut ‘dapar’ atau ‘buffer’ untuk mengurangi efek asam di dalam perut. ddI harus dipakai dengan perut kosong, 30 menit sebelum makan atau dua jam setelah makan. Memakai ddI dengan makan dapat mengurangi tingkat ddI dalam darah sehingga 50%.

Ada versi ddI baru dengan nama Videx EC. Versi ini dilapisi dengan zat khusus (EC berarti ‘enteric coated’) agar tidak dipengaruhi oleh asam dalam perut. Satu tablet Videx EC dapat dipakai sekali sehari. Videx EC tidak mengan-dung dapar, jadi efek samping dan interaksi obat dapat dikurangi. Videx EC harus dipakai dengan perut kosong. Jangan mengunyahnya; telan keseluruhan seperti tablet lain.

Apakah Efek Samping ddI?

Jika kita mulai memakai ART, kita mungkin mengalami efek samping sementara, misalnya sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan terasa tidak enak. Efek samping ini biasanya lambat laun membaik atau hilang.

Efek samping ddI yang paling umum adalah diare, sakit kepala, muntah dan ruam. Diare, yang disebabkan dapar dalam tablet, dapat menjadi parah. Efek samping labih jarang terjadi dengan versi EC.

Efek samping yang paling parah akibat ddI adalah neuropati perifer, pankreatitis dan asidosis laktik:

Neuropati perifer (peripheral neuropathy/ PN) adalah bentuk kerusakan saraf. PN dialami hingga 20 persen orang yang memakai ddI. Biasanya PN dialami dengan kesemutan, mati rasa atau seperti terbakar pada kaki dan tangan. Kerusakan saraf biasanya bersifat sementara dan akan hilang jika kita berhenti pemakaian ddI, atau mengurangi dosis. Jika kita terus memakai ddI setelah kerusakan saraf dialami, kerusakan ini dapat menjadi permanen. Lihat LI 555 untuk informasi lebih lanjut.

Pankreatitis adalah radang pankreas, kelenjar besar yang ditempatkan di belakang perut. Kurang dari 7 persen orang yang memakai ddI mengalami pankreatitis, biasanya setelah memakai ddI selama beberapa bulan. Pankreatitis dapat gawat. Jika kita memakai ddI

dan mengalami rasa nyeri (sakit) yang menusuk dekat perut, belakang atau pinggang, dengan mual atau muntah, langsung berhenti memakai ddI dan hubungi dokter. Pankreatitis lebih umum pada pasien lebih tua, orang yang pernah mengalaminya sebelumnya, atau orang dengan masalah ginjal.

Asidosis laktik adalah penambahan asam laktik dalam darah. Ini hasil sambilan pembuatan tenaga oleh sel. Penyakit ini juga dapat diakibatkan oleh kerusakan pada mitokondria – lihat LI 556 untuk informasi lebih lanjut. Asidosis laktik dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada pankreas dan hati. Gejala asidosis laktik meliputi kehilangan berat badan, sakit perut dan kelelahan yang parah.

Bagaimana ddI Berinteraksi dengan Obat Lain?

ddI dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai – lihat LI 407. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat yang masuk ke aliran darah kita dan menyebabkan overdosis atau dosis terlalu rendah. Interaksi baru sering diketahui. Pastikan dokter diketahui mengenai SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.
ddI hanya boleh dipakai dalam kombinasi dengan ARV lain. ddI juga dapat lebih efektif jika dipakai bersama dengan hidroksiurea – lihat LI 479. Namun ini meningkatkan risiko pankreatitis.

Metadon mengurangi tingkat ddI dalam darah.
ddI sebaiknya tidak dipakai dalam kombinasi bersama dengan d4T. Kedua obat ini dapat menimbulkan PN, yang dapat menjadi lebih berat bila dipakai bersama.

Perempuan hamil sebaiknya tidak memakai ddI dan d4T secara bersamaan karena ini meningkatkan risiko asidosis laktik.

Tablet atau bubuk ddI sebaiknya tidak dipakai pada waktu yang sama dengan protease inhibitor, obat antijamur (dengan nama diakhiri dengan ‘-azol’) dan be-berapa antibiotik. Selisihnya tergantung pada jenis protease inhibitor – lihat petujuk obatnya. Kapsul Videx EC yang baru tidak berinteraksi dengan obat tersebut dan dapat dipakai pada waktu yang sama.

Tenofovir meningkatkan tingkat ddI. ddI dan tenofovir sebaiknya tidak dipakai bersamaan, terutama pada pasien dengan viral load yang tinggi dan jumlah CD4 yang rendah. Beberapa pasien mengalami efek samping yang berat terkait penggunaan tingkat ddI yang tinggi dalam darah. Bila harus pakai bersama sebagai lini kedua, takaran ddI harus dikurangi.

Ribavirin (obat hepatitis C) meningkatkan tingkat ddI dalam tubuh, dan meningkatkan risiko efek samping ddI. Orang sebaiknya tidak memakai ribavirin dengan ddI.


Diperbarui 22 Desember 2007 berdasarkan FS 413 AIDS Infonet 7 November 2007

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: info@spi

ritia.or.id Situs web: http://spiritia.or.id/ Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya And

a berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org

 


Back to Fact Sheet Categories



 

The AIDS InfoNet is a project of the New Mexico AIDS Education and Training Center at the University of New Mexico Health Sciences Center.
webmaster@aidsinfonet.org

 

Partially funded by the National Library of Medicine

Search Our Site
Newest Fact Sheets
Print This Fact Sheet
You can print this fact sheet on a single page in Adobe Acrobat (.pdf) format. Click on the links below to open the document in your browser and then print it.
 Adobe Acrobat PDF

You can print directly from your browser using the link below. The printout will probably go onto a second page.
 Print Version (Web)

Monthly E-mail Updates

The InfoNet updates its Fact Sheets frequently. A listing of each month's changes is posted to several e-mail lists.

If you would like to receive this monthly update by personal e-mail, please provide your e-mail address below, and click on the "Submit" button.



Subscribe
Unsubscribe